Selasa, 07 Juli 2026

Memelihara Yamaha New Aerox 2023

 

Suatu hari karena membutuhkan kendaraan bermotor untuk menunjang aktivitas saya sehari-hari saya membeli Yamaha Aerox New tahun 2023. Saya memilih motor ini karena tenaganya yang besar, bagasi besar, desain menurutku lumayan menarik dan relatif tidak ada masalah dengan motor ini, setidaknya untuk generasi motor ini belum baca keluhan di grub fbnya.

Dan ternyata sesuai ekspektasi, akselerasi dan top speed motor sangat bagus, setidaknya mencukupi untuk kebutuhan harian saya. Konsumsi bensin motornya pun lumayan irit untuk pemakaian saya, yaitu sekitar 48 km per liter pertamax. Bagasinya cukup besar muat aqua 10 liter meskipun harus penyok dikit botolnya.

Begitu motor datang langsung saya lapisin scotlite bening supaya catnya awet. Setelah beberapa hari memang motor ini desainnya bagus dan nyaman untuk dipake aktivitas sehari-hari melewati jalanan jogja yang ramai lancar. Bensin selalu saya isi Pertamax karena kalau diisi pertalite suara motor agak nggaber-nggaber kurang halus gitu beda kalau diisi Pertamax sekalian biar ruang bakar bersih dan motornya awet. Untuk oli mesin biasanya pake Shell AX7 Scooter 10W-40 yang 1 liter karena terbiasa pake merk Shell dan penggantian oli sesuai indikator speedometer yaitu setiap 3.000 km. Untuk filter oli dan oli gear pake Yamalube dan diganti tiap 2 x ganti oli mesin.

Beberapa kekurangan motor di antaranya dari 5.000 km pertama motor sangat gredek, sudah dicoba ke bengkel bersihkan cvt cuma bertahan sebentar terus gredek lagi. Sampai akhirnya saya belikan mangkok kampas ganda yang berlubang dan ganti kampas ganda cvtnya dengan kampas ganda NMax Old assy. Setelah dicek ternyata kampas ganda  bawaanya growel atau grompal sehingga gripnya jadi sangat buruk. Setelah diganti sekarang tarikan sudah mulus lagi dan sampai km 28.000 tdk kerasa gredek belebih lagi.

Problem kedua yang muncul adalah pada sekitar 22.000 km seal kruk as bocor. Pas buka garasi ternyata di bagian bawah cvt banyak tetesan cairan warna hijau yang tidak cepat kering yang ternyata adalah oli mesin. Setelah dibawa ke bengkel dicek ternyata seal kruk as bocor, sehingga harus diganti seal kruk as dan sekalian ganti oli rutin juga. Seluruh bagian cvt juga dicuci karena banyak oli yang menggenang. Setelah diganti seal kruk as sejauh ini sdh normal dan ga ada kendala lagi.

Saat ini saya memelihara beberapa motor termasuk di antaranya Honda, Yamaha, Suzuki dan TVS. Dulunya saya sangat fanatik dengan brand Honda tapi setelah mencoba memelihara beberapa motor merk lain mulai tahu semua merk ada kelebihan dan kekurangannya dan sekarang saya tidak fanatik pada merk motor apapun.

Setelah pemakaian lebih dari setahun motor baru pun akan berasa seperti motor second low km, tapi kalau kita membeli motor baru terutama model yang tidak memiliki masalah khusus pasti bisa dipelihara dengan mudah, karena belum pernah mengalami kerusakan parah sebelumnya yang membuatnya sulit diperbaiki. Bagi Anda yang menginginkan tantangan dalam perawatan motor mungkin lebih memilih motor second karena mungkin menemukan kerusakan yang sangat sulit diperbaiki tapi bagi orang normal seperti saya lebih memilih motor yang mudah dirawat meskipun beli motor second tetap mencari yang masih mulus body dan mesinnya.

Sejauh ini motor Aerox ini lumayan bandel dan jarang ada masalah mungkin karena KM masih 30.000. Meskipun di depan ada bbrp masalah tetap sudah teratasi dan mungkin hanya terjadi pada unit motor yang saya pakai saja. Semoga motor ini bisa terus nyaman saya pakai dan bermanfaat kedepannya. 

Sekian pengalaman saya memelihara motor Yamaha Aerox 2023. Semoga bermanfaat, kalau ada saran atau keluhan yang sama silahkan komen siapa tahu saya atau pembaca yang lain punya solusinya.

Minggu, 05 Juli 2026

Cara Mengganti Sprocket Sepeda Ulir Ke Sprocket Cassete

 

Sepeda baru terutama entry level biasanya menggunakan sprocket dengan drat ulir. Pilihan gear untuk sprocket ulir terutama gear paling kecil biasanya mentok di 13 teeth. Jadi ketika Anda ingin menggunakan rasio gear 11 teeth pilihan yang ada hanya pada sprocket model cassete atau ada yang menyebutnya sprocket model slop.

 

Untuk mengganti sprocket sepeda pake model cassete dari yang sebelumnya menggunakan model ulir harus mengganti juga hub sepedanya ke freehub. Beberapa bahan yang diperlukan: 

  1. Cassete Sprocket.
  2. Freehub sepeda, pastikan panjang freehub, jumlah lubang dan ketersediaan dudukan disc brake sesuai dengan ukuran sepedanya. Misal velg dengan 28 lubang atau 28H sebaiknya menggunakan freehub yang 28H juga. Untuk sepeda yang menggunakan disc brake maka freehub yang dicari harus ada dudukan disc brakenya juga. Panjang freehub juga harus sama dengan panjang hub bawaan sepeda.
  3. Spacer sprocket, diperlukan jika menggunakan sprocket di bawah 8 speed. Untuk cassete 7 speed dipasang pada freehub 8/9/10 speed memerlukan spacer 4,5 mm. Untuk sprocket 8,9 atau 10 speed memiliki panjang yang sama jadi tidak memerlukan spacer.

Untuk mengganti hub sepeda  ke freehub memerlukan untuk melepas dan merakit ulang jari-jari sepeda. Saya biasanya melepas velg sepeda depan dan belakang dan membawa freehub baru ke bengkel sepeda. Jangan lupa membawa spacer juga jika diperlukan karena bengkel sepeda jarang yang ready stok. Untuk jasa penggantian freehub termasuk pemasangan jari-jari sepeda per velg sekitar Rp 30.000 jadi kalau velg depan dan belakang biaya sekitar Rp 60.000.

Setelah freehub baru terpasang pada velg sepeda kemudian dipasang kembali ke sepedanya. Biasanya read deraliur / RD perlu sedikit disesuaikan.  Setelah itu sepeda sudah bisa digunakan lagi seperti biasa. Jika Anda mengganti freehub baru yang menggunakan bearing biasanya putaran sepeda menjadi lebih ringan. 

Dan jika suatau saat membutuhkan mengupgrade gear ratio pilihan cassete yang tersedia lebih bervariasi dan penggantian sangat mudah cukup dengan kunci freewheel untuk membuka-pasang kunci sprocketnya saja. 

 

Jika Anda ingin mengupgrade jumlah gear misal dari 7 speed ke 10 speed selain cassete 10 speed Anda juga membutuhkan shifter baru yang 10 speed.


 Demikian artikel tentang cara mengganti sprocket sepeda ulir ke sprocket cassete, semoga bermanfaat.



Kamis, 02 Juli 2026

Memelihara Sepeda Lipat

Seiring bertambahnya usia, badan mulai kurang nyaman ketika diajak lembur untuk urusan kerjaan atau sekedar mencari tahu sesuatu untuk mengobati rasa penasaran. Sehingga aku memutuskan untuk mencoba olah raga rutin minimal 3 jam per minggu.  Pilihan olah raga yang memungkinkan adalah jogging atau sepedaan. Dan pilihan jatuh pada sepedaan supaya bisa olah raga sambil refreshing fikiran.

Di rumah saya ada sepeda MTB tetapi dipinjam oleh saudara sehingga saya membeli lagi sebuah sepeda baru di sebuah toko sepeda di Kebumen. Pilihan jatuh pada sepeda Pacific RX2980 versi pertama karena di toko itu sepeda lipat yang memiliki perpindahan gear cuma itu dan warnanya menurut saya lumayan keren. 

 

Sepeda itu memiliki roda 20 inchi dan rangka yang cukup berbobot karena terbuat dari besi. Meskipun begitu sepeda ini bisa dilipat dan bisa masuk ke bagasi bus jadi kalau pingin sepedaan di luar kota bisa dibawa dengan mudah. Saya beberapa kali membawa sepeda ini naik bus dari Kebumen ke Bantul. Ketika membawa sepeda lipat naik bus pastikan bus memiliki bagasi yang cukup untuk sepeda lipat agar tidak dikenakan biaya tambahan, karena pernah beberapa kali ketemu bus yang bagasinya tidak cukup untuk sepeda lipat sehingga sepeda masuk ke dalam ruang penumpang dan kena biaya tambahan.

Setelah cukup lama sibuk dan lupa untuk olah raga rutin akhirnya sepeda itu rusak dan memerlukan restorasi. Sambil restorasi sekalian saya melakukan beberapa upgrade sebagai berikut:

  • Handle bar saya ganti dengan model flatbar merk United yang terbuat dari alloy.
  • Tiang sadel (seat post) saya ganti dengan alloy supaya lebih ringan.  
  • Ban saya ganti dengan Schwalbe Road Cruiser 20 x 1.75 dengan tekanan ban maksimal 70 PSI karena saya terbiasa menggunakan tekanan ban 60 PSI untuk ban depan maupun belakang.
  • Hub roda saya ganti dengan freehub Oxo yang menggunakan sprocket model cassete.
  • Sprocket saya ganti dengan cassete Oxo 7 speed 11T-32T supaya pilihan gear ratio lebih bervariasi.
  • Chainring untuk gear depan saya ganti dengan 52T supaya memutar pedalnya tidak perlu terlalu cepat.
  • Pedal saya ganti dengan pedal sepeda BMX merk United. 

 

Untuk mengganti sprocket menggunakan cassete harus mengganti hub bawaan sepeda yang menggunakan sprocket ulir dengan freehub yang bisa dipasang sprocket cassete. Untuk pemasangan sprocket 7 speed pada freehub standar 8/9/10 speed membutuhkan spacer 4,5 mm yang dipasang sebelum sprocketnya, tidak seperti sprocket 8/9/10 speed yang memiliki panjang yang sama sehingga tidak memerlukan spacer. Saya menggunakan sprocket 7 speed karena mempertahankan shifter shimano 7 speed bawaan sepedanya.

 

Karena sepeda ini ternyata adalah sepeda yang sangat entry level maka upgrade ini bisa digunakan di sepeda entry level dari merk yang lain yang harga sekennya sudah sangat murah. Setelah mempelajari beberapa opsi upgrade pada komponen sepeda ternyata tingkat common part pada komponen sepeda sangat tinggi dan hampir semua komponen yang jenis dan ukurannya sama bisa diganti dengan komponen dari merk lain misal antara merk Pacific, United, Polygon atau merk turunannya seperti Exotic atau Element. Contohnya komponen rem cakram baik hydrolic maupun mekanik, hub sepeda, sprocket, shifter, RD, FD, handle bar, seat post dan jenis komponen lainnya.

 

Saat ini sepeda ini hampir 2 hari sekali saya pakai untuk olah raga pagi. Setelah restorasi dan beberapa upgrade sekarang shifting gear akurat dan putaran ban terasa lebih ringan karena freehub sudah menggunakan bearing. Demikianlah pengalaman saya memelihara sepeda lipat, semoga bermanfaat. 

Kamis, 04 September 2025

Memasuki Dunia Kendaraan Listrik

 

Kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil sudah terasa seperti perpanjangan dari kaki kita yang kita tidak bisa terlepas darinya. Dari zaman anak-anak aku telah mengalami menggunakan sepeda motor bensin dari zaman 2 tak, 4 tak, karburator hingga injeksi. Dari setiap generasi berhasil meningkatkan performa maupun efisiensinya. Kemudian karena perkembangan teknologi dinamo listrik dan baterai listrik munculah sepeda motor listrik.

Pada saat perjalanan pulang dari solo karena ada suatu kerjaan aku mampir ke Transmart jogja untuk sekedar sholat maghrib dan mampir makan. Ketika memasuki area mall tertarik dengan motor Exotic Mizone yang dipajang di situ karena desainnya yang gahar dan ternyata menggunakan tenaga listrik. Selain desainnya yang menarik juga dilengkapi dengan shock depan hidrolis yang diameternya agak besar dan cakram hidrolis pada roda depan dan belakang. Ditambah dengan jok lebar dan empuk terbayang pasti nyaman dipakai. Dilihat dari spefisikasi tertulis jarak tempuh maksimal sekali charge di sekitar 80 km ditambah kecepatan maksimal 50 km/jam cukup buat kebutuhan transportasi saat makan siang ataupun belanja kebutuhan hidup dan juga bisa membatasi nafsu untuk kebut-kebutan di jalan.

Setelah melakukan riset dan membanding dengan produk lain dan harga yang kebetulan ada diskon sebulan kemudian saya membeli motor Exotic Mizone itu sehingga aku resmi memasuki dunia sepeda motor listrik terpaksa mempelajari tentang sepeda motor listrik supaya bisa merawat sepeda motornya.

Pada sepeda motor listrik mesin bensin digantikan dengan dinamo listrik, sedangkan tangki bensin diganti dengan baterai atau aki, dan ECU diganti dengan kontroller khusus motor listrik. Sedangkan komponen lain tetap sama dengan sepeda motor bensin. Komponen mesin sepeda motor listrik hanya 3 yaitu dinamo BLDC (brushless DC), baterai atau aki dan kontroller sehingga untuk merakit dan memperbaiki motor listrik jauh lebih sederhana dari sepeda motor bensin.

Untuk komponen dinamo BLDC yang diklaim bisa tahan puluhan tahun dengan pemakaian tidak ekstrem. Sedangkan untuk model dinamo ada jenis hub yang jadi satu dengan roda, mid drive terhubung ke roda dengan rantai atau belt, dan side drive yang dipasang di samping roda. Untuk jenis dinamo hub paling efisien dan memiliki range paling jauh karena tenaga tersalur ke roda secara langsung tetapi karena tidak menggunakan gigi reduksi sehingga untuk melalui jalanan tanjakan bisa kewalahan. Sedangkan untuk model mid drive kalah efisien dengan model hub karena tenaga tersalur lewat rantai atau belt tetapi karena menggunakan gigi reduksi bisa melalui jalan tanjakan dengan lebih ringan. Sedangkan untuk dinamo side drive menggabungkan keunggulan model hub dan mid drive.

Baterai pada sepeda motor listrik ada beberapa jenis teknologi yaitu Aki Deep Cycle SLA (Sealed Liquid Acid), baterai lithium dan baterai lifepo4 (lithium ferro phospat). Untuk Aki SLA memiliki harga beli yang relatif lebih murah tetapi kemampuan recharge hanya sekitar 600 kali saja (dengan pemakaian 80%). Sedangkan untuk baterai lithium dan lifepo4 memiliki harga yang mahal tetapi kemampuan recharge (dengan pemakaian 80%) bisa lebih dari 2000 kali.

105.png 

Cell pada Aki SLA bisa mengalami kerusakan jika voltase di bawah 9,6 V atau jika dicharge dengan kuat arus di atas spesifikasinya misalnya pada Aki Chilwee 12V 32AH batas kuat arus charging adalah 4,4 A maka jika dicharge dengan kuat arus di atasnya misal 6 A bisa membuat aki rusak. Semakin tinggi pemakaian aki semakin sedikit kemampuan isi ulangnya seperti diagram yang diberikan produsen Aki Chilwee 12V 32AH di atas. Sehingga disarankan pemakaian Aki di bawah 60% supaya siklus isi ulang bisa lebih dari 600 kali. 

 

Meskipun demikian setelah sekian kali siklus isi ulang kapasitas Aki SLA akan mengalami penurunan seperti diagram di atas.

Untuk baterai lithium dan lifepo4 bisa ditambahkan proteksi BMS (battery management system) pada perakitannya yang berfungsi untuk melakukan cut off otomatis jika terjadi keadaan yang bisa merusakkan baterai. Cell baterai bisa rusak jika voltase di bawah 2,56 V (pemakaian hingga tersisa kurang dari 20%) atau dicharge dengan kuat arus di atas spesifikasi baterainya.

Dan setelah memakai Exotic Mizone dua minggu lebih dan angka di odometer mencapai 248 km saya menemukan beberapa kelebihannya yaitu:

  1. Biaya transportasi harian jadi irit yang biasanya pergi makan siang pake motor bensin habis pertamax Rp 4.000 dengan motor listrik hanya membutuhkan listrik Rp 500 saja.
  2. Jok lebar dan terasa empuk dan sangat nyaman.
  3. Shock breaker depan dan belakang empuk dan nyaman.
  4. Mesin halus tidak kerasa gredek.
  5. Perawatan mesin tidak perlu penggantian oli mesin maupun oli gardan sehingga lebih hemat.
  6. Meskipun akselerasi lemot tapi lama-lama bisa mencapi kecepatan hingga 50 km/jam on speedometer sedangkan on GPS terukur 48,3 km/jam, sangat cocok untuk slow living karena tidak terlalu cepat dan rendah biaya.
  7. Masih cukup nyaman dipakai menempuh jarak 60 km dalam sekali charge.

Dan beberapa kekurangan yaitu:

  1. Karena menggunakan dinamo BLDC model hub sehingga tidak cocok dipake untuk jalanan yang banyak tanjakan panjang. 
  2. Aki SLA 48V 32AH terasa penurunan kecepatan setelah menempuh jarak 40 km.
  3. Akselerasi lemot sehingga saat keluar lampu merah sangat geregetan. 

Tips perawatan motor listrik dengan aki SLA:

  1. Gunakan charger sesuai spesifikasi baik voltase maupun kuat arus. Dalam contoh motor listrik saya menggunakan aki 48V 32AH jadi saya menggunakan charger untuk voltase 48v dan kuat arus 3,8 A yang masih di bawah spesifikasi aki untuk maksimal kuat arus charging yaitu 4,4 V.  
  2. Setelah ada waktu untuk charging segera dicharge karena semakin sedikit pemakaian aki maka masa pakai aki akan semakin lama. Saya biasanya sekitar jam 9 malam motor listrik mulai dicharge dan sekitar jam 6 pagi indikator charger sdh hijau tanda aki sudah penuh dan saat diperiksa suhu aki tidak panas sama sekali.
  3. Jangan memaksakan motor listrik melewati medan tanjakan yang terlalu berat untuk motor karena bisa merusakkan motor dan aki.

Demikianlah sedikit review motor listrik Exotic Mizone dan hasil belajar cara merawat sepeda motor listrik, semoga bermanfaat. 

Jumat, 12 Mei 2023

Memperbaiki Honda Spacy Fi atau Honda Beat Fi yang Brebet atau Tersendat-sendat

 

Setelah sekian lama memakai motor sport dan motor bebek akhirnya merasa membutuhkan motor matik dek rata khususnya untuk keperluan pembelian galon air minum. Sehingga awal 2020 kemarin membeli motor Honda Spacy Fi seken dapat tahun 2017 dengan odo meter di 33.000 km dengan harga 9,5 jt rupiah. Menurut saya cukup murah untuk motor Honda dengan mesin yang sama dengan Honda Beat Fi yang terkenal irit dan bandel dan odo meter segitu.

Yang namanya beli motor seken ternyata pasti ada kerusakan yang membutuhkan pengalaman dan pengorbanan dalam memperbaikinya. Dari dapat motor Honda Spacy Fi ini ketika dikendarai motor terasa tersendat-sendat padahal gas konstan.

Pada saat servis ringan dan ganti oli di Ahass terdekat oleh mekaniknya diganti busi tapi kondisi masih sama ketika mesin panas kembali nyendat-nyendat. Kemudian saya coba ganti busi platinum yang direkomendasikan di grup facebook spacy dan hasilnya masih sama saja. Sampai aku bawa ke bengkel teman yang punya scanner fi lengkap dan tidak terdeteksi masalah juga.

Searching di youtube menemukan video honda beat fi yang nyendat-nyendat juga karena oksigen sensor rusak. Kemudian aku coba lepas sekalian oksigen sensornya. Dan ternyata gejala nyendat-nyendat saat mesin panas hilang tapi tenaga mesin terasa tidak optimal karena oksigen sensor di lepas.

Setelah searching oksigen sensor di marketplace akhirnya nemu beberapa dan aku coba beli satu yang kondisi baru dalam kemasan original OEM dan harganya miring. Setelah sampai di rumah kemudian dipasang di bengkel teman saya. Dan ternyata tidak terdeteksi lewat scanner. Pada saat mesin panas lampu injeksi menyala dan motor pun terasa seperti saat oksigen sensor tidak di pasang. Diberi tahu teman saya yang owner bengkelnya kalau oksigen sensor itu ouputnya 0 s.d 1 Volt jadi mungkin bisa diganti model lain tapi harus yang original bukan yang aspal.

Kemudian memutuskan membeli lagi di marketplace tapi benar-benar mencari yang original dan akhirnya menemukan oksigen sensor punya Supra X 125 Fi. Setelah dipasang ternyata konektornya sama dan bisa terpasang tetapi kabel dan posisi baut pengaitnya beda jadi supaya rapi diganti dengan baut plastik bawaan oksigen sensor Spacy Fi. Alhamdulilaah setelah terpasang terdeteksi dengan baik di scanner, motorpun tidak nyendat-nyendat sama sekali dan performanya optimal.


Dan saat ini Honda Spacy Fi siap menemani membelah hutan belantara kemacetan di kota jogja untuk sekedar membeli galon atau sarapan maupun ketika harus pegi menuju tempat kerjaan.

Untuk perawatan Honda Spacy Fi cocok memakai oli Shell AX 7 Scooter dan tidak pernah telat mengganti oli mesin setiap 3.000 km, tarikan motor terasa ringan dan pagi hari starter elektrik lancar.

Demikianlah pengalaman memperbaiki motor Honda Spacy Fi yang nyendat-nyendat, semoga bermanfaat.

Senin, 09 Januari 2023

Oli Mesin dan Oli Gardan Untuk Honda Spacy Fi / Honda Beat Fi

Setelah hampir setahun memelihara Honda Spacy Fi sudah lumayan memahami karakteristik mesin dan motor ini. 

Honda Spacy Fi memiliki jok yang luas namun cukup keras membuatnya cukup nyaman saat dikendarai. Bagasi motor ini sangat besar bahkan paling besar di kelasnya dengan ukuran 18 liter yang bisa memuat helm full face. Dengan bagasi yang luas dan dek rata membuat motor ini sangat fleksibel khususnya untuk membawa barang-barang termasuk galon air. Honda Spacy Fi dilengkapi dengan tangki bensin yang cukup besar yaitu 5,5 liter membuatnya jarang sekali harus mampir pom bensin. Motor ini tidak memiliki masalah bawaan sehingga sangat mudah dalam perawatannya dan dengan perawatan yang bagus sangat jarang mengalami masalah.

Honda Spacy Fi dibekali mesin yang sama dengan Honda Beat Fi generasi pertama yang sangat irit dan memiliki akselerasi dan kecepatan yang cukup untuk menunjang transportasi sehari-hari. Seperti pada motor matic pada umumnya motor ini menggunakan sistem kopling kering (dry clutch) dan transmisi CVT. Karena menggunakan sistem kopling kering sehingga gardannya terpisah dan menggunakan oli yang berbeda. 

Untuk oli mesinnya karena menggunakan sistem kopling kering sehingga bisa menggunakan oli mesin dengan tingkat kekentalan SAE 5W-30 hingga 15W-40 dan sertifikasi JASO MB. Oleh pabrikan direkomendasikan untuk menggunakan oli mesin dari AHM yaitu AHM SPX2 atau AHM MPX2 dengan kekentalan SAE 10W-30 dan sertifikasi JASO MB. Volume oli mesin yang dibutuhkan setiap penggantian periodik adalah 800 ml. 

Interval penggantian oli mesin berbeda tergantung daya tahan oli mesin yang digunakan. Khusus untuk AHM SPX2 dan AHM MPX2 interval maksimum penggantian oli mesin adalah 4.000 km. Karena jalan yang dilalui motor tidak selalu ideal misalnya sering gas pol kecepatan tinggi dalam jangka waktu cukup lama, ketemu jalan macet atau sering melewati tanjakan yang curam sehingga dimungkinkan kekuatan perlindungan pada lapisan oli mesin menurun lebih cepat.  Sehingga saya rekomendasikan untuk interval penggantian oli mesin setiap 2.000 km atau maksimal 3.000 km.

Selain oli rekomendasi pabrikan di pasaran juga tersedia opsi oli mesin yang sesuai rekomendasi pabrikan dengan harga dan kualitas yang beragam. Motor Honda Spacy Fi saya sudah pernah menggunakan beberapa oli ini:

  1. Shell AX7 Scooter 10W-40.
  2. AHM SPX2.
  3. AHM MPX2.
  4. Pertamina Enduro Matic 10W-30.

Untuk oli gardan pada Honda Spacy Fi membutuhkan oli sebanyak 120 ml setiap penggantian. Rekomendasi pabrikan adalah menggunakan AHM Gear Oil dengan interval penggantian setiap 7.500 km. Jangan khawatir kalau kesulitan menemukan oli gear pabrikan karena di pasar tersedia beberapa oli gear dari merk lain misalnya dari Pertamina atau Yamalube yang penting volumenya mencukupi. Bahkan oli mesin bisa juga digunakan sebagai oli gardan karena beban kerja gearbox pada motor matic tidak seberat beban kerja pada gearbox mobil.

Saya menemukan pada beberapa motor yang tidak menggunakan radiator termasuk di antaranya Shogun RR 125, Axelo, Skywave 125 dan Spacy Fi ini ketika dipake perjalanan dari Bantul menuju Kebumen kota melewati jalan deandles yang biasanya akan memacu motor dengan kecepatan tinggi dan konstan di 80 km/jam selama beberapa menit mengakibatkan loss kompresi saat memasuki kota kebumen dan oli mesin menjadi cepat sekali rusak. Bahkan setelah dipake mendekati 2.000 km kadang motor menjadi agak sulit untuk distarter di keesokan harinya. Analisis saya hal ini diakibatkan oleh jalan yang dilalui terlalu menyiksa mesin terutama pada motor yang didesain lebih untuk komuter dalam kota.

Demikian catatan tentang Oli Mesin dan Oli Gardan untuk Honda Spacy Fi, semoga bermanfaat bagi saya maupun para pembaca.

Selasa, 27 Desember 2022

Pengalaman Pemakai Honda CBR 150R FI CBU Selama 8 Tahun

 
Tidak terasa sudah 8 tahun sejak memakai Honda CBR150R FI untuk pertama kalinya. Motor ini saya beli kondisi baru pada tahun 2014. Saat itu baru ada program diskon karena Honda CBR150R FI akan diproduksi model lokalnya. Motor ini sebagai pengganti dari Honda CB150R FI yang saya miliki sebelumnya.

Motor ini sangat nyaman dikendarai dengan riding position yang nyaman ditambah suspensi yang cukup empuk untuk ukuran motor sport touring. Motor ini juga tidak memiliki masalah bawaan sehingga dengan pemakaian dan perawatan yang baik sangat jarang bermasalah. Saat ini odo meter sudah 66.000 km lebih. Motor ini mulai jarang dipakai karena lebih terganti oleh motor matic untuk dalam kota dan mobil khususnya untuk perjalanan bersama keluarga.

Untuk konsumsi bensin harus memakai Pertamax (RON 92) atau RON lebih tinggi. Mesin motor ini disetting oleh pabrikan minimal pake RON 92 sehingga ketika meminum bensin Pertalite (RON 90) misalnya akan dirasakan getaran mesin yang lebih besar dan suara mesin yang aneh pada RPM 9.000 ke atas. Sedangkan untuk konsumsi bensinya ketika saya gunakan harian dalam kota jogja masih tergolong irit sekitar 43 KM/L. Jika dibandingkan dengan motor sport generasi sekarang tentu masih kalah irit.

Memelihara motor ini terbilang gampang-gampang susah karena pada zamannya masih tergolong berteknologi tinggi dan mahal sehingga langka. Untungnya banyak sparepart yang bisa disubsitusikan misalnya kampas rem sama dengan Honda New Mega Pro, seal shock depan sama dengan Honda Tiger, komponen mesin hampir sama dengan Honda CB150R sehingga banyak komponen yang bisa ditemukan dengan harga terjangkau tetapi dengan kualitas dan durabilitas komponen Honda.

Tetapi mekanik yang bisa menangani motor jenis ini dengan telaten sulit dicari bahkan di bengkel resminya sekalipun. Dimulai dari pemasangan tangki bensin sampai bautnya dol. Pengalaman ganti seal shock depan sampe 3 kali di bengkel resmi tidak bertahan sebulan sudah rembes lagi olinya. Hal ini sempat membuat saya hampir menyerah memelihara motor ini, tetapi karena pada dasarnya kualitas dan desain motor ini sangat bagus jadi tetap saya pertahankan.

Salah satu solusinya mencari bengkel yang spesialis dan ahli menangani motor jenis ini. Untungnya saya memiliki teman SD yang sekarang sudah jadi mekanik senior di Suzuki dan membuka bengkel sendiri bernama MM Solution yang bisa benar-benar menangani motor ini. Masalah shock breaker ditangani dengan telaten dan diganti menggunakan komponen OEM sehingga sudah setahun lebih shock masih bersih tanpa rembesan oli dan redaman suspensinya seperti saat motor masih baru. Bahkan sampai servis besar termasuk ganti spul, piston dan cylinder block dengan onderdil Honda CB150R K15 yang ternyata PNP dan berfungsi normal seperti motor baru.

Selama pemakaian 8 tahun sudah banyak penggantian part dikarenakan kesalahan pemakaian atau salah perawatan sebelum menemukan bengkel yang benar-benar bisa menangani motor ini. Misalnya radiator yang rusak karena saya luruskan siripnya pake obeng akhirnya diganti dan sampai saat ini tdk pernah bocor lagi. Penggantian seal shock tanpa memeriksa as shock breaker dan pemasangan dari bengkel resmi yang tidak telaten sampai menemukan bengkel yang bisa mengganti seal shock breaker dengan benar dan awet sampai saat ini. Hingga terakhir kerusakan spul yang sekalian servis besar dan ganti spul, piston dan cylinder block dengan onderdil CB150R K15.

Untuk penggantian oli mesin setiap 2.000 km s.d 3.000 km dengan beberapa merk oli:

  1. Shell AX7 10W-40: oli ini dipakai kalau budget terbatas dan sedang membutuhkan performa motor yang biasa saja dengan getaran mesin yang halus dan perpindahan gigi yang nyaman.
  2. Yamalube Super Sport 10W-40: oli ini dipakai kalau membutuhkan performa motor yang maksimal dengan getaran mesin minim dan perpindahan gigi yang nyaman.
  3. Top One Evolution MC 10W-40: oli ini hampir mirip dengan Shell AX7 10W-40 tetapi memiliki performa mesin dan kenyamanan yang jauh lebih baik dan bisa dipake lebih lama (3.000 km) karena oli full sintesis.

Sedangkan oli rantai memakai sisa oli mesin yang tidak terpakai dan dicek setiap 500 km jika kering dilumasi lagi. Hasilnya rantai terbukti lebih awet dan tidak cepat melar.

Salah satu kelebihan motor ini adalah ketika mesin normal air radiatornya sangat sedikit sekali berkurang bahkan bertahun-tahun tidak pernah top up air radiator.


 Demikianlah sharing pemakaian motor Honda CBR150R Fi yang sudah saya pakai selama 8 tahun, semoga bermanfaat.

Sabtu, 26 April 2014

Menggunakan Oli Mesin Menjadi Oli Rantai

oli_mpx1_untuk_rantai.jpg

Beberapa hari yang lalu persediaan oli rantai semprot yang biasa aku gunakan kebetulan habis. Ketika mau beli kebetulan punya ide bagaimana memakai oli mesin bekas sebagai oli rantai. Kebetulan oli mesin AHM SPX1 di CB150R sudah hampir 2.000 km dan getaran mesin dah mulai terasa sampai ke stang. Akhirnya sore itu ane ke bengkel dengan niat untuk mengganti oli.

Karena masih ada banyak kerjaan sehingga ane pergi ke bengkel terlalu sore dan yang buka tinggal beberapa bengkel saja. Setelah aku mencari ada bengkel castrol point yang persediaan olinya banyak banget. Tetapi anehnya kok ga punya persediaan oli SPX1, setelah agak bingung antara memilih Castrol Power One, Repsol Super Moto, Motul 5100, BM1 dan Shell AX7 akhirnya ane putuskan untuk mengganti dengan oli Shell AX7 yang sesuai dengan kantongku saja. Aku tak lupa berpesan kepada pemilik bengkel agar supaya bekas oli jangan dibuang tapi dimasukkan ke wadah olinya. Tapi karena mekaniknya lupa ga dikasih tahu ternyata bekas olinya dibuang. Waduh!! padahal mau mencoba oli mesin mesin dijadikan oli rantai malah oli bekasnya dibuang.

Sesampainya di rumah ane ingat bahwa masih ada oli AHM MPX1 bonus beli CB150R dulu yang masih belum dibuka. Kebetulan ada botol oli singer yang sudah habis sehingga ane masukin sebagian oli MPX1 ke dalam botol bekas oli singer tadi. Setelah itu ane mulai netesin oli MPX1 tadi ke rantai.

Setelah selesai ane coba kendarai selama hampir seminggu dan ane kaget, biasanya kalo make oli rantai semprot baru dipake sehari aja rantai dah kering tetapi oli MPX1 masih tetap nempel dan kelihatan basah di rantai. Selain itu ketika menggunakan oli rantai semprot biasanya di bagian samping kaki yang dibelakang footstep ada warna hitam bekas kecipratan oli tapi kalau sekarang jadi ga ada jadi olinya tidak nyiprat.

Kesimpulan yang ane dapat dari penggunaan oli AHM MPX1 sebagai oli rantai adalah bisa berfungsi dan bertahan cukup lama dan tidak mudah kering sehingga rantai lebih awet daripada tidak dikasih oli atau oli rantai sudah kering.

Sekian sharing saya semoga bermanfaat dan bagi yang mau memberikan sumbang saran silahkan menuliskan di komentar.

Kamis, 24 April 2014

Terjebak di dalam perang antar fans boy

fby_vs_fbh.jpg

Terus terang baru akhir-akhir ini saya aktif memonitor situs blogger roda 2 dan forum2 roda 2 di di facebook dan kaskus. Hal ini saya lakukan demi mencari informasi yang bermanfaat tentang motor CB150R yang baru beberapa bulan saya miliki.

Dari situlah ane mulai terjebak ke dalam dua kubu fans boy yang paling sering beradu argumentasi bahkan saling menjelekkan satu sama lain yaitu Fans Boy Honda (FBH) dan Fans Boy Yamaha (FBY). Mungkin karena anggotanya yang paling banyak sehingga sering terjadi perang di dunia maya.

Peperangan biasanya terjadi di situs2 blog roda 2 maupun di group facebook. Biasanya terjadi karena saling ejek produk masing-masing pabrikan yang mereka cintai. Kemudian disertai dengan perang black campaign (BC). Bahkan ada beberapa fans boy yang sampai saling tantang untuk berkelahi di group facebook. Kadang sempat berfikir apakah negara Indonesia yang telah merdeka ini sebenarnya masih dijajah oleh jepang benar-benar sungguh sangat ironis.

Fenomena perang fan boys antar pabrikan roda 2 ini biasanya berkisar antara perang produk jagoan mana yang lebih bagus sampai perang tim balap moto gp dari pabrikan mana yang berperang.

Sebagai rider motor honda saya kadang terseret juga dalam pemikiran seorang fans boy honda tetapi saya selalu berusaha untuk berfikir secara rasional. Selain itu kita harus maklum karena realitas memang terjadi persaingan antar fans boy dan kita jangan sampai terpancing emosinya karena kalau emosi kita terganggu saat lagi berkendara di atas motor bisa maut akibatnya.

Segi positif dari persaingan antar fans boy ini adalah dunia maya khususnya blogger roda 2 dan forum2 roda 2 lebih ramai dan meriah. Sehingga asal tidak berdampak pada perkelahian di dunia nyata menurut saya masih asik-asik saja.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat.

Selasa, 25 Februari 2014

Oli Yang Cocok Untuk Honda CB150R

Oli Motor 4T.jpg

Oli motor memiliki fungsi yang sangat penting pada mesin motor Anda. Fungsi utama oli motor adalah sebagai berikut:

  1. Mengurangi gesekan antar komponen mesin motor.
  2. Sebagai pendingin dair panas yang dihasilkan proses pembakaran dan gesekan antar komponen.
  3. Sebagai perapat celah antara piston dengan silinder.
  4. Sebagai peredam getaran dan suara bising hasil benturan piston, batang piston dan poros engkol.
  5. Sebagai pembersih kotoran hasil gesekan antar komponen mesin.
  6. Sebagai anti karat.

Khusus untuk Honda CB150R berdasarkan buku manualnya oli yang cocok adalah oli dengan spesifikasi JASO MA menunjukkan bahwa oli tersebut digunakan untuk tipe kopling basah. Sedangkan oli dengan spesifikasi JASO MB tidak cocok untuk Honda CB150R karena untuk tipe kopling kering seperti motor matic atau mobil. Tingkat API Service yang diperbolehkan adalah SJ/SL/SN. Semakin tinggi angka alfabetnya semakin bagus. Sedangkan tingkat viskositas berkisar antara SAE 10W-40, 10W-30 atau 5W-30.

Dari pabrikan AHM sendiri oli yang disarankan untuk Honda CB150R adalah SPX-1. Sedangkan oli lain yang bisa digunakan adalah Shell AX7, Enduro Racing 4T, Castrol Power One, Motul 5100 dan lain-lain yang penting memenuhi spesifikasi di atas.

Untuk masa penggantian oli dari beberapa merk disarankan untuk mengganti oli mesin setiap 4.000 km tapi sebaiknya penggantian oli mesin motor setiap 2.000 km atau 3.000 km maksimal supaya mesin lebih awet karena beban kerja motor tidak selalu ideal misalnya sering melewati jalanan yang macet atau menempuh perjalanan jauh tanpa istirahat. Sehingga kemampuan oli mesin untuk melindungi mesin dari gesekan bisa lebih cepat melemah.

Saya sendiri dalam keseharian menggunakan beberapa oli mesin ini tergantung pada kebutuhan dan kondisi ekonomi:

  1. Shell AX7 10W-40: oli ini dipakai kalau budget terbatas dan sedang membutuhkan performa motor yang biasa saja dengan getaran mesin yang halus dan perpindahan gigi yang nyaman.
  2. Yamalube Super Sport 10W-40: oli ini dipakai kalau membutuhkan performa motor yang maksimal dengan getaran mesin minim dan perpindahan gigi yang nyaman.
  3. Top One Evolution MC 10W-40: oli ini hampir mirip dengan Shell AX7 10W-40 tetapi memiliki performa mesin dan kenyamanan yang jauh lebih baik dan bisa dipake lebih lama (3.000 km) karena oli full sintesis.

Sekian informasi yang saya pelajari dari buku manul Honda CB150R dan berbagai sumber, semoga bermanfaat.

Beberapa artikel lain yang bermanfaat dalam perawatan dan troubleshoot Honda CB150R sebagai berikut:

  1. Sharing pemakaian Honda CBR 150R FI 8 tahun, mesin mirip dgn Honda CB150R dan banyak suku cadang yang sama termasuk oli mesin sama.
  2. Bensin yang cocok untuk Honda CB150R FI.
  3. Solusi oli rantai yang murah dan bikin rantai awet nggak cepat kendor.

Sumber referensi:

  1. Buku Manual Honda CB150R.
  2. Fans Page Honda CB150R StreetFire Lover on Facebook.
  3. Pembahasan Oli CBSF oleh Master Sena Ponda.

Bensin Untuk Honda CB150R

Sebagai pengguna baru motor Honda CB150R tentu saja salah satu hal yang harus kita ketahui pertama kali adalah bensin yang cocok untuk motor kita Honda CB150R itu apa?

Pertama kita harus tahu spesifikasi mesin dari Honda CB150R itu adalah mesin DOHC 4 tak 150 cc, dengan 6 percepatan dan kompresi mesin 11:1. Dilihat dari speknya adalah sebuah mesin canggih high performance dengan kompresi yang sangat tinggi.

Setiap mesin motor dengan kompresi tertentu membutuhkan kadar oktan tertentu pula pada bensinnya. Hal ini dikarenakan semakin tinggi kadar oktan pada bensin maka semakin tahan bensin itu terhadap kompresi mesin sebelum terbakar dan semakin besar pula energi bakarnya. Jika bensin tidak bisa bertahan pada tingkat kompresi mesin dan terbakar sebelum busi mengaktifkan pembakaran akan terjadi knocking yang bisa berdampak pada rusaknya piston.

Penggunaan jenis bensin tergantung pada tingkat kompresi mesin yang dibedakan menjadi sebagai berikut:

No Rasio Kompresi Jenis Bensin
1 7:1 - 9:1 Premium (RON 88)
2 9:1-10:1 Pertamax (RON 92)
3 10:1-11:1 Pertamax Plus (RON 95)

Dilihat dari jenis kompresi mesinnya maka Honda CB150R idealnya menggunakan bensin berjenis Pertamax Plus (RON 95). Tetapi karena Honda CB150R ini dipasarkan di Indonesia sehingga oleh pabrikan telah disesuaikan dengan setting pengapian yang sesuai untuk BBM di Indonesia sehingga bisa meminum Premium (RON 88) atau yang lebih tinggi misalnya Pertamax atau Pertamax Plus sekalipun.

Jadi untuk bensin Honda CB150R itu bisa menyesuaikan kompresi dompet kita. Bagi yang mampu dan ingin performa maksimal bisa make Pertamax, tapi jika dompet tidak mengizinkan bisa menggunakan bensin Premium.

Sekian informasi yang ane pelajari dari buku manual dan dari berbagai sumber, semoga bermanfaat.

Sumber:

Senin, 17 Februari 2014

Pengalaman Pemeriksaan Swing Arm Honda CB150R di Ahass

Pada tanggal 15 Februari 2014 kebetulan saya ada waktu untuk memeriksakan Honda CB150R ke Ahass setelah sebelumnya mendengar ada pemeriksaan swing arm Honda CB150R gratis bagi motor yang tidak ada nomor seri di swing armnya yang kebetulan motor saya juga.

Begitu tiba langsung dijawab oleh pegawai Ahass Honda Utama Motor Jl. Parangtritis dengan ramah. Setelah aku jelaskan bahwa honda CB150R saya swing armnya tidak ada nomor serinya langsung memeriksa swing arm motor dan bilang, "langsung diganti pak, lama penggantian sekitar 2 jam". Ya udah deh langsung di proses dan aku tungguin. Pada saat diganti aku cuma diminta buku servis, ktp dan stnk saja, gratis tanpa biaya.

Setelah selesai penggantian swing arm kemudian mekanik ahassnya bilang kalo seharusnya dapat voucher rupiah yang hanya bisa digunakan di Ahass tetapi karena belum dikirim jadi saya diminta meninggalkan nomor hp saja biar bisa dihubungi kalo vouchernya datang.

Yah begitulah pengalaman saya memeriksakan swing arm Honda CB150R, gratis tapi belum dapat voucher rupiah.

Top Speed Honda CB150R

 

Honda CB150R adalah salah satu motor 4 tak 150cc yang paling cepat dikelasnya. Banyak yang penasaran berapa sih top speed maximal dari sebuah motor Honda CB150R?
Pengujian top speed adalah suatu hal yang sangat berbahaya terutama karena Honda CB150R adalah motor dengan top speed tinggi karena pada kecepatan di atas 100 kph rem tidak akan mampu menghentikan laju motor dengan cepat dan bahkan pengereman cepat yang tidak seimbang bisa berakibat pada hilangnya kendali motor sehingga menyebabkan kecelakaan.

Saya sendiri sebagai rider Honda CB150R pernah merasakan kecepatan Honda CB150R hingga 128 kpj dengan kondisi mesin standar, bensin premium, oli spx-1, dan berat rider 90 kg. Untuk mendapatkan kecepatan itu tidak membutuhkan track lurus yang terlalu panjang karena akselerasi Honda CB150R sangat cepat.

Tetapi rider Honda CB150R banyak juga yang telah mengupload video mereka saat melakukan pengujian top speed, berikut saya berikan daftarnya:

  1. Bro Arif Purwito berhasil membukukan top speed 128 kpj, dengan mesin standar. Pengukuran dimulai dari gigi 6 tidak dari diurut dari gigi 1. Menurut beliau biasanya mendapat top speed 137 kpj kalau shifting rpm dimulai dari gigi 1. Berikut videonya:
  2. Bro Tupay Tupe berhasil membukukan top speed 132 kpj, dengan spec motor berikut:
    - Mesin standar.
    - Ban belakang IRC Road Winner 120/70, depan 90/80 bawaan.
    - Bahan Bakar: Premium.
    - Oli: SPX-1.
    Berikut videonya:
  3. Bro Andi Taratak berhasil membukukan top speed 153 kpj, dengan spec motor berikut:
    - Mesin standar.
    - Knalpot R9.
    Berikut videonya:

Saya sendiri sebagai rider Honda CB150R belum sempat merekam video top speed motor milik saya karena belum tersedianya peralatan holder handphone atau pegangan handphone untuk motor. Bagi rider yang ingin mengetahui berapa kecepatan GPS dari video di atas bisa menghitung dengan rumus pada postingan ini http://ariefjourney.blogspot.com/2014/02/perbedaan-top-speed-cb150r-di-speedo.html.

Minggu, 29 Desember 2013

Pengalaman Menggunakan Honda CB150R Selama Dua Bulan

Hari ini saya menuliskan pengalaman menggunakan Honda CB150R selama dua bulan ini, termasuk susah dan senangnya.

Perjalanan lumayan jauh yang sudah ditempuh adalah jogja-kebumen PP dalam sehari pada saat odometer masih sekitar 500 km.

Pengalaman yang dirasakan adalah laju dan akselerasi motor cukup kencang, suspensi nyaman dan stabil, dan riding position buat touring nyaman, sampai jogja ga merasa pegel dan masih bisa browsing2 internet sampai jam 2 malam. Permasalahan yang dialami adalah mengalami beberapa kali selip kopling karena suhu terlalu panas, mungkin karena dipacu tanpa henti sehingga air radiator menguap, terbukti pada waktu service 1.000 km pertama air radiator berkurang banyak pada waktu diperiksa oleh bengkel ahass..

Kemudian setelah servis pertama 1.000 km aku juga melakukan perjalanan menuju Banjarnegara dan juga ke Gombong lalu balik ke Jogja.

Motor Honda CB150R tidak mengalami masalah untuk melewati daerah pegunungan di Wonosobo dan suspensinya lumayan lembut untuk melewati jalan-jalan yang agak rusak di daerah Purworejo. Agak ngeri juga pas perjalanan malam hari atau pas lewat daerah pegunungan yang sepi kalo mengalami kemacetan karena solo riding dan peralatan yang dibawa ga lengkap, tapi alhamdulillah sampai tujuan dengan selamat.

Permasalahan pertama yang wajar pada sepeda motor yang menggunakan rangka dari besi adalah munculnya karat pada bagian rangka yang catnya mengelupas. Tetapi dengan perawatan yang bagus akan bisa dikendalikan dan diminimalkan.

Permasalahan yang kedua adalah air radiator bawaan yang kurang atau memang berkurang karena sering kepanasan terus mesinnya, maklum suka jalan-jalan jauh. Solusinya adalah kalau mesin ada gejala overheat segera diperiksa air radiatornya dan ditambah air radiatornya. Tapi jangan terlalu penuh karena pada saat mesin panas akan memuai dan bisa tumpah kalau kepenuhan, perhatikan tanda atas-bawah pada bagian reservoir radiator.

Sejauh ini kondisi motor sangat bagus dan suara mesin sangat halus, karena aku juga bawanya halus juga ga suka geber-geber ga jelas... heheh. Untuk shifting gigi 1 ke gigi 2 pada 6.000 rpm, lalu gigi 2-4 biasanya shifting gigi pada 8.500 rpm dan shifting gigi 5 ke 6 pada 11.000 rpm dan itupun hanya beberapa kali saja untuk mencoba top speed. Biasanya kalau pas jalan-jalan di 5.000-7000 rpm saja.

Sejauh ini sampai odo meter 3.500 km, sudah servis rutin 2 kali tapi hanya penggantian oli saja.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat..

Senin, 23 Desember 2013

Murahnya paket blackberry internet service (BIS) Fun 6 bulan

Kali ini aku akan mencoba untuk sharing tentang murahnya paket blackberry internet service (BIS) fun 6 bulan. Bagi yang terbiasa menggunakan blackberry pasti akrab dengan blackberry internet service atau BIS dari berbagai operator yang mendukung layanan ini.

Biasanya blackberry internet service dibagi dalam beberapa jenis yaitu:

1. Paket Email and Chat: yaitu paket BIS yang bisa mengakses email push dan chatting dengan BBM, Yahoo Messenger, Google Talk, MSN Messenger, paket ini tidak bisa membuka aplikasi social media dan web browser. Untuk membuka web browser bisa menggunakan WIFI. Paket ini biasanya dihargai antara Rp 40.000/bln-Rp 60.000/bln oleh operator.

2. Paket Social Media dan Chat: yaitu paket BIS yang bisa mengakses aplikasi social media termasuk facebook, twitter dan myspace dan chatting dengan BBM, Yahoo Messenger, Google Talk dan MSN Messenger, paket ini tidak bisa membuka web browser. Untuk membuka web browser bisa menggunakan WIFI. Paket ini biasanya dihargai antara Rp 40.000-Rp 50.000 oleh operator.

3. Paket Full BIS: adalah paket BIS yang bisa mengakses semua aplikasi social media, aplikasi chatting, push email, blackberry map dan web browser. Paket ini biasanya dihargai antara Rp 80.000-Rp 100.000 oleh operator.

4. Paket BIS Fun: adalah paket BIS yang bisa mengakses semua aplikasi social media, blackberry map dan web browser. Kekurangan paket ini tidak bisa mengakses aplikasi chatting khusus Yahoo Messenger, Google Talk dan MSN Messenger tetapi masih bisa mengakses aplikasi BBM dan aplikasi chatting lain seperti Whatsapp yang didownload dari App World. Selain itu paket ini juga tidak bisa mengakses push email. Paket BIS terakhir ini terbilang murah karena biasanya diharga Rp 125.000/6 bln oleh operator atau sekitar Rp 22.500/bln.

Beberapa bulan yang lalu aku tertarik dan mencoba menggunakan paket BIS Fun 6 bulan dari salah satu operator berlambang angka. Dan sampai saat ini sangat puas dengan pilihanku itu. Karena dengan paket ini aku bisa ngeksis dan update status di social network facebook, twitter, foursquare dari blackberryku, dan bisa chatting lewat BBM dan Whatsapp. Ketika dalam perjalanan aku juga bisa mencari arah dengan Blackberry Map dan yang paling penting bisa membuka web browser kapanpun dan di manapun dari ponsel blackberryku.

Semuanya itu hanya dengan harga Rp 22.500/bln sehingga terbilang sangat murah. Kalau Anda tertarik dengan paket layanan internet blackberry ini silahkan mencobanya.

Sekian tulisan ini semoga bermanfaat.

Cara Mengetahu Nomor Telkomsel, Indosat, XL, Three, Axis, Fren, Smart Fren dan Nokia CDMA

Kadang kala kita lupa terhadap nomor ponsel kita sendiri khususnya bagi pengguna modem internet karena nomor ponsel pada kartu jarang sekali digunakan. Padahal nomor ponsel ini sangat penting sekali pada saat pengisian ulang pulsa secara elektronik.

Tetapi jangan khawatir jika Anda lupa panda nomor ponsel Anda sendiri, karena ada langkah untuk mengetahuinya lewat ponsel Anda dengan mudah:

No.

Jenis Kartu

Langkah Mengetahui Nomor Ponsel

1

Telkomsel

Ketik *808# kemudian tekan tombol call.

2

Indosat (IM3 dan Mentari)

Ketik *777*8# lalu tekan tombol call.

3

XL

Ketik *123*22*1*1# lalu tekan tombol call.

4

Three

Ketik *998# lalu tekan tombol call.

5

Axis

Ketik *2# lalu tekan tombol call.

6

Fren

Kirim SMS yang berisi teks STATUS ke nomor 551.
Setelah itu Anda akan menerima SMS balasan yang terdapat nomor ponsel Anda sendiri.

7

Ponsel Nokia CDMA

Ketik *3001*kode pengaman handphone#
Kode pengaman ponsel nokia kalau belum dirubah adalah 12345.

Selamat mencoba, semoga artikel ini bermanfaat..

Sumber http://ariefsujatmiko.blogspot.com/2012/12/cara-mengetahui-nomor-ponsel-sendiri.html

Jumat, 20 Desember 2013

Akhirnya aku memilih Honda CB150R

Karena mulai banyak kegiatan yang membutuhkan perjalanan keluar kota maka aku berniat mencari kendaraan baru yang nyaman dikendarai untuk perjalanan jauh, irit, tangki besar dan perawatannya tidak terlalu ribet. Akhirnya diputuskan untuk membeli kendaraan motor baru yg tangkinya di depan.

Setelah melakukan pencarian di internet sampai bergalau ria beberapa minggu akhirnya mendapatkan pilihan berikut ini:

  1. Honda CB150R.
  2. New Vixion Lightning.
  3. Yamaha Byson.
  4. Bajaj Pulsar 200 NS.
  5. TVS Apache 180.
  6. Honda New Mega Pro.

Kebetulan pas punya waktu luang seharian aku mendatangi keempat dealer motor yang kebetulan ada di jogja yaitu dealer Honda, Yamaha, Kawasaki dan TVS. Di daerah saya Bantul, Yogyakarta keempat dealer tersebut lumayan ramai khususnya Honda dan Yamaha. Tetapi kalau melihat di jalanan pengguna motor Kawasaki dan TVS juga sudah lumayan meskipun jarang.

Pertama aku pergi ke dealer Honda di jl. parangtritis, di sana langsung melihat unit Honda CB150R warna merah, impresinya langsung wow, sangat sporty. Setelah ngobrol dikit dan meminta brosur sama salesnya, aku bergegas pamit. Di brosur Honda CB150R dijual Rp 23.550.000, dalam hatiku lumayan juga nih.

Setelah itu aku pergi ke dealer Yamaha yang hanya beberapa ratus meter di sebelah selatannya. Di sana ketemu bapak2 salesnya tapi untuk unit motor yang dicari harus inden, padahal pingin melihat dan memegang langsung unit Yamaha New Vixion Lightning. Kata bapak salesnya kalo Yamaha New Vixion Lighnting KS yang warna merah-putih paling 2 harian tapi kalo yang warna hitam agak lama apalagi Yamaha Byson.Waduh padahal aku butuhnya cepet suruh gumamku dalam hati. Untuk yamaha New Vixion Lightning dihargai Rp 22.900.000 kata bapak salesnya. Setelah mengambil brosur lalu aku pamit. Agak kecewa karena ga bisa melihat dan memegang unitnya secara langsung tapi karena terburu aku segera melanjutkan perjalanan.

Kemudian aku menuju ke selatan menuju dealer Kawasaki yang ada di Jl. Bantul. Di sana lebih sepi dari dealer Yamaha dan Honda tapi motor yang dipajang lumayan banyak dan muahal-muahal. Dari Ninja 150, Ninja 250 R, Z 250 dan Pulsar 200 NS. Sangat terkesan dengan motor Z 250 yang warna hitam, material yang digunakan sangat kokoh dan bagus. Sedangkan untuk Bajaj Pulsar 200 NS baru ada 2 varian warna merah dan kuning. Pas aku pegang di tangkinya ternyata lapisan luarnya make kondom jadi kelihatan besar tetapi aku lihat konstruksi plastik dan besinya lebih kokoh dan berat. Paling terkesan dengan jok dual seaternya kayaknya benar-benar cocok untuk boncengin calon istri.. heheh. Kemudian setelah ngobrol dengan salesnya untuk unit Bajaj Pulsar 200 NS dihargai Rp 24.900.000. Waduh kok mahal amit padahal setahuku di Jakarta harga OTR Rp 23.300.000. Agak kaget dan sedikit kecewa juga kok bedanya jauh banget. Setelah ngobrol beberapa saat lalu pamit ke salesnya.

Tujuan berikutnya ke dealer TVS yang ada di daerah melikan, cuma beberapa ratus meter ke selatan dari dealer Kawasaki tadi. Sesampainya di sana kayaknya salesnya baru pada istirahat cuma melihat beberapa montir sedang menservis beberapa motor. Ada beberapa motor bebek TVS tapi yang aneh kok aku melihat ada motor merk lain juga yang diservis di sana. Setelah aku tanya ke bapaknya ternyata memang mereka menerima servis motor merk lain juga yang sudah terbiasa dengan mekanik di bengkel TVS itu.. gitu to.. Kemudian mulai melihat motor yang dipajang di sana, yang aku lihat pertama langsung TVS Apache 160 CC warna hijau yang rem belakang masih tromol. Headlamp sudah model baru. Sayang yang unit TVS Apache 180 CC dual disc brake ga ada gumamku dalam hati. Motornya khas India, tampak gagah, jok lebar, shock belakang belum monoshock tapi cocok bgt, bagian plastik dan besinya pas dipegang terasa kokoh. Kuda India ini dihargai Rp 17.500.000 jt untuk model TVS Apache 160 CC Single Disc dan Rp 18.500.000 jt untuk model TVS Apache 180 CC Dual Disc. Lho kok lebih mahal pak 1 jutaan dari harga OTR Jakarta? Ternyata menurut salesnya ban luar bawaan TVS yang terkenal licin pada saat hujan telah diganti dengan ban IRC. Setelah ngobrol dan minta brosur pada salesnya dan sudah terlalu sore aku pamit dan langsung pulang.

Esok harinya akhirnya membulatkan tekad untuk mengambil yang Honda CB150R saja. Alasannya karena harga ga terlalu mahal dari harga biasanya, biasanya motor honda nyaman dikendarai, dan ada rear grip fungsional untuk menggeser motor dan pengaman pembonceng, dan terakhir modelnya sporty dan pas di hati menurut aku. Sesampainya di diler honda diajak untuk melihat unit motor yang tersedia, ada juga Honda Verza 150, kesan pertama lihat Verza itu joknya lebar banget tapi karena rem belakang masih tromol jadi tetap lebih milih CB150R. Setelah mantep dengan salah satu unit yang warna hitam, kemudian tinggal urusan pembayaran langsung aku transfer tunai lunas. Setelah membereskan administrasi aku bergegas pulang dan kata salesnya paling cepat sorenya tau siang besok harinya dianter ke rumah.

Setelah sore harinya ditunggu belum juga dianter akhirnya esok siangnya si CB150R sampai ke rumah. Senang banget deh pokoknya, karena belum pernah make motor kopling pertamanya ga bisa tetapi setelah beberapa menit mencoba sudah terbiasa. Rasanya tambah gagah naik motor sport.. heheh. Selanjutnya langsung ke bengkel minta dibantu pasang plat nomor sementara dan langsung jalan-jalan sambil belajar memakai motor kopling.

Ini dia tampilan motor CB150R setelah dipasangi skotlet hitam transparan dan knalpot R9 Mugello original.

Meskipun plat nomor masih sementara dan STNK masih make surat jalan sementara tetapi motor ini sudah aku pakai untuk perjalanan jogja-kebumen, jogja-banjarnegara, dan sejauh ini masih belum ditemui permasalahan yang berarti, sepertinya komponen-komponennya cukup berkualitas dan tahan lama.

Sekian artikel ini semoga besok bisa menulis tentang laporan perjalanan yang telah dilakukan dan permasalahan yang mungkin dihadapi di CB150R ini dan cara penanganannya.

Semoga artikel ini bermanfaat..


Rabu, 18 Desember 2013

Terdampar di suatu tempat di mana aku sekarang

Pada suatu zaman di negeri Indonesia, terdapatlah sebuah kampung bernama kampung Sawungan yang terletak di kecamatan Bambanglipuro, kabupaten Bantul, provinsi Yogyakarta. Di sanalah aku hidup saat ini, selalu berusaha bekerja keras dan terus belajar untuk hidup dan mewujudkan semua mimpi yang aku miliki.


Bersama keluarga besarku yang selalu mendukungku dalam setiap usaha dan pekerjaanku, aku selalu merasa bahagia dan tidak pernah menyesal dalam menjalani setiap langkahku karena aku yakin semuanya itu sangat bernilai, dan aku yakin aku akan berhasil mewujudkan semua mimpiku.

Menjalani kehidupan sehari-hari sebagai seorang programmer, bangun pagi, sholat subuh lalu menyelesaikan pembuatan program yang menjadi tugasku sampai pagi lagi adalah kegiatan sehari-hariku. Demi mencari sesuap nasi dan segenggam berlian. Dalam setiap kesibukanku tetap sadar bahwa hidup itu sementara dan tujuan kita adalah mengabdi kepada Tuhan semesta alam sehingga aku tidak lupa untuk sholat lima waktu.

Seorang programmer tanpa memiliki komputer bagaikan seorang pendekar tanpa pedang oleh karena itu aku selalu ditemani oleh laptopku yang selalu mendukungku dalam kegiatan pembuatan program dan uji coba-uji coba teknologi yang lain. Selain itu juga ada kuda besi ku yang aku namai Ciber yang siap mengantarkanku kemanapun aku ingin menuju.

Aku bersyukur ada suadara-saudaraku dan terutama ibuku selalu mendukung setiap usaha dan pekerjaanku, dan para keponakan yang telah memberikan ide-ide dan menemani di saat senang maupun sedih. Tidak lupa juga kucing-kucing cerdas yang telah hidup dan menjadi teman kami.

Cerita ini akan terus berjalan dan tertulis di blog ini selama aku masih bisa menulis. Sebagai pengingat pribadi dan warisan untuk generasiku berikutnya...

Sampai jumpa pada artikel berikutnya...