Selasa, 07 Juli 2026

Memelihara Yamaha New Aerox 2023

 

Suatu hari karena membutuhkan kendaraan bermotor untuk menunjang aktivitas saya sehari-hari saya membeli Yamaha Aerox New tahun 2023. Saya memilih motor ini karena tenaganya yang besar, bagasi besar, desain menurutku lumayan menarik dan relatif tidak ada masalah dengan motor ini, setidaknya untuk generasi motor ini belum baca keluhan di grub fbnya.

Dan ternyata sesuai ekspektasi, akselerasi dan top speed motor sangat bagus, setidaknya mencukupi untuk kebutuhan harian saya. Konsumsi bensin motornya pun lumayan irit untuk pemakaian saya, yaitu sekitar 48 km per liter pertamax. Bagasinya cukup besar muat aqua 10 liter meskipun harus penyok dikit botolnya.

Begitu motor datang langsung saya lapisin scotlite bening supaya catnya awet. Setelah beberapa hari memang motor ini desainnya bagus dan nyaman untuk dipake aktivitas sehari-hari melewati jalanan jogja yang ramai lancar. Bensin selalu saya isi Pertamax karena kalau diisi pertalite suara motor agak nggaber-nggaber kurang halus gitu beda kalau diisi Pertamax sekalian biar ruang bakar bersih dan motornya awet. Untuk oli mesin biasanya pake Shell AX7 Scooter 10W-40 yang 1 liter karena terbiasa pake merk Shell dan penggantian oli sesuai indikator speedometer yaitu setiap 3.000 km. Untuk filter oli dan oli gear pake Yamalube dan diganti tiap 2 x ganti oli mesin.

Beberapa kekurangan motor di antaranya dari 5.000 km pertama motor sangat gredek, sudah dicoba ke bengkel bersihkan cvt cuma bertahan sebentar terus gredek lagi. Sampai akhirnya saya belikan mangkok kampas ganda yang berlubang dan ganti kampas ganda cvtnya dengan kampas ganda NMax Old assy. Setelah dicek ternyata kampas ganda  bawaanya growel atau grompal sehingga gripnya jadi sangat buruk. Setelah diganti sekarang tarikan sudah mulus lagi dan sampai km 28.000 tdk kerasa gredek belebih lagi.

Problem kedua yang muncul adalah pada sekitar 22.000 km seal kruk as bocor. Pas buka garasi ternyata di bagian bawah cvt banyak tetesan cairan warna hijau yang tidak cepat kering yang ternyata adalah oli mesin. Setelah dibawa ke bengkel dicek ternyata seal kruk as bocor, sehingga harus diganti seal kruk as dan sekalian ganti oli rutin juga. Seluruh bagian cvt juga dicuci karena banyak oli yang menggenang. Setelah diganti seal kruk as sejauh ini sdh normal dan ga ada kendala lagi.

Saat ini saya memelihara beberapa motor termasuk di antaranya Honda, Yamaha, Suzuki dan TVS. Dulunya saya sangat fanatik dengan brand Honda tapi setelah mencoba memelihara beberapa motor merk lain mulai tahu semua merk ada kelebihan dan kekurangannya dan sekarang saya tidak fanatik pada merk motor apapun.

Setelah pemakaian lebih dari setahun motor baru pun akan berasa seperti motor second low km, tapi kalau kita membeli motor baru terutama model yang tidak memiliki masalah khusus pasti bisa dipelihara dengan mudah, karena belum pernah mengalami kerusakan parah sebelumnya yang membuatnya sulit diperbaiki. Bagi Anda yang menginginkan tantangan dalam perawatan motor mungkin lebih memilih motor second karena mungkin menemukan kerusakan yang sangat sulit diperbaiki tapi bagi orang normal seperti saya lebih memilih motor yang mudah dirawat meskipun beli motor second tetap mencari yang masih mulus body dan mesinnya.

Sejauh ini motor Aerox ini lumayan bandel dan jarang ada masalah mungkin karena KM masih 30.000. Meskipun di awal pemakaian ada beberapa masalah tetap sudah teratasi dan mungkin hanya terjadi pada unit motor yang saya pakai saja. Semoga motor ini bisa terus nyaman saya pakai dan bermanfaat kedepannya. 

Sekian pengalaman saya memelihara motor Yamaha Aerox 2023. Semoga bermanfaat, kalau ada saran atau keluhan yang sama silahkan komen siapa tahu saya atau pembaca yang lain punya solusinya.

Minggu, 05 Juli 2026

Cara Mengganti Sprocket Sepeda Ulir Ke Sprocket Cassete

 

Sepeda baru terutama entry level biasanya menggunakan sprocket dengan drat ulir. Pilihan gear untuk sprocket ulir terutama gear paling kecil biasanya mentok di 13 teeth. Jadi ketika Anda ingin menggunakan rasio gear 11 teeth pilihan yang ada hanya pada sprocket model cassete atau ada yang menyebutnya sprocket model slop.

 

Untuk mengganti sprocket sepeda pake model cassete dari yang sebelumnya menggunakan model ulir harus mengganti juga hub sepedanya ke freehub. Beberapa bahan yang diperlukan: 

  1. Cassete Sprocket.
  2. Freehub sepeda, pastikan panjang freehub, jumlah lubang dan ketersediaan dudukan disc brake sesuai dengan ukuran sepedanya. Misal velg dengan 28 lubang atau 28H sebaiknya menggunakan freehub yang 28H juga. Untuk sepeda yang menggunakan disc brake maka freehub yang dicari harus ada dudukan disc brakenya juga. Panjang freehub juga harus sama dengan panjang hub bawaan sepeda.
  3. Spacer sprocket, diperlukan jika menggunakan sprocket di bawah 8 speed. Untuk cassete 7 speed dipasang pada freehub 8/9/10 speed memerlukan spacer 4,5 mm. Untuk sprocket 8,9 atau 10 speed memiliki panjang yang sama jadi tidak memerlukan spacer.

Untuk mengganti hub sepeda  ke freehub memerlukan untuk melepas dan merakit ulang jari-jari sepeda. Saya biasanya melepas velg sepeda depan dan belakang dan membawa freehub baru ke bengkel sepeda. Jangan lupa membawa spacer juga jika diperlukan karena bengkel sepeda jarang yang ready stok. Untuk jasa penggantian freehub termasuk pemasangan jari-jari sepeda per velg sekitar Rp 30.000 jadi kalau velg depan dan belakang biaya sekitar Rp 60.000.

Setelah freehub baru terpasang pada velg sepeda kemudian dipasang kembali ke sepedanya. Biasanya read deraliur / RD perlu sedikit disesuaikan.  Setelah itu sepeda sudah bisa digunakan lagi seperti biasa. Jika Anda mengganti freehub baru yang menggunakan bearing biasanya putaran sepeda menjadi lebih ringan. 

Dan jika suatau saat membutuhkan mengupgrade gear ratio pilihan cassete yang tersedia lebih bervariasi dan penggantian sangat mudah cukup dengan kunci freewheel untuk membuka-pasang kunci sprocketnya saja. 

 

Jika Anda ingin mengupgrade jumlah gear misal dari 7 speed ke 10 speed selain cassete 10 speed Anda juga membutuhkan shifter baru yang 10 speed.


 Demikian artikel tentang cara mengganti sprocket sepeda ulir ke sprocket cassete, semoga bermanfaat.



Kamis, 02 Juli 2026

Memelihara Sepeda Lipat

Seiring bertambahnya usia, badan mulai kurang nyaman ketika diajak lembur untuk urusan kerjaan atau sekedar mencari tahu sesuatu untuk mengobati rasa penasaran. Sehingga aku memutuskan untuk mencoba olah raga rutin minimal 3 jam per minggu.  Pilihan olah raga yang memungkinkan adalah jogging atau sepedaan. Dan pilihan jatuh pada sepedaan supaya bisa olah raga sambil refreshing fikiran.

Di rumah saya ada sepeda MTB tetapi dipinjam oleh saudara sehingga saya membeli lagi sebuah sepeda baru di sebuah toko sepeda di Kebumen. Pilihan jatuh pada sepeda Pacific RX2980 versi pertama karena di toko itu sepeda lipat yang memiliki perpindahan gear cuma itu dan warnanya menurut saya lumayan keren. 

 

Sepeda itu memiliki roda 20 inchi dan rangka yang cukup berbobot karena terbuat dari besi. Meskipun begitu sepeda ini bisa dilipat dan bisa masuk ke bagasi bus jadi kalau pingin sepedaan di luar kota bisa dibawa dengan mudah. Saya beberapa kali membawa sepeda ini naik bus dari Kebumen ke Bantul. Ketika membawa sepeda lipat naik bus pastikan bus memiliki bagasi yang cukup untuk sepeda lipat agar tidak dikenakan biaya tambahan, karena pernah beberapa kali ketemu bus yang bagasinya tidak cukup untuk sepeda lipat sehingga sepeda masuk ke dalam ruang penumpang dan kena biaya tambahan.

Setelah cukup lama sibuk dan lupa untuk olah raga rutin akhirnya sepeda itu rusak dan memerlukan restorasi. Sambil restorasi sekalian saya melakukan beberapa upgrade sebagai berikut:

  • Handle bar saya ganti dengan model flatbar merk United yang terbuat dari alloy.
  • Tiang sadel (seat post) saya ganti dengan alloy supaya lebih ringan.  
  • Ban saya ganti dengan Schwalbe Road Cruiser 20 x 1.75 dengan tekanan ban maksimal 70 PSI karena saya terbiasa menggunakan tekanan ban 60 PSI untuk ban depan maupun belakang.
  • Hub roda saya ganti dengan freehub Oxo yang menggunakan sprocket model cassete.
  • Sprocket saya ganti dengan cassete Oxo 7 speed 11T-32T supaya pilihan gear ratio lebih bervariasi.
  • Chainring untuk gear depan saya ganti dengan 52T supaya memutar pedalnya tidak perlu terlalu cepat.
  • Pedal saya ganti dengan pedal sepeda BMX merk United. 

 

Untuk mengganti sprocket menggunakan cassete harus mengganti hub bawaan sepeda yang menggunakan sprocket ulir dengan freehub yang bisa dipasang sprocket cassete. Untuk pemasangan sprocket 7 speed pada freehub standar 8/9/10 speed membutuhkan spacer 4,5 mm yang dipasang sebelum sprocketnya, tidak seperti sprocket 8/9/10 speed yang memiliki panjang yang sama sehingga tidak memerlukan spacer. Saya menggunakan sprocket 7 speed karena mempertahankan shifter shimano 7 speed bawaan sepedanya.

 

Karena sepeda ini ternyata adalah sepeda yang sangat entry level maka upgrade ini bisa digunakan di sepeda entry level dari merk yang lain yang harga sekennya sudah sangat murah. Setelah mempelajari beberapa opsi upgrade pada komponen sepeda ternyata tingkat common part pada komponen sepeda sangat tinggi dan hampir semua komponen yang jenis dan ukurannya sama bisa diganti dengan komponen dari merk lain misal antara merk Pacific, United, Polygon atau merk turunannya seperti Exotic atau Element. Contohnya komponen rem cakram baik hydrolic maupun mekanik, hub sepeda, sprocket, shifter, RD, FD, handle bar, seat post dan jenis komponen lainnya.

 

Saat ini sepeda ini hampir 2 hari sekali saya pakai untuk olah raga pagi. Setelah restorasi dan beberapa upgrade sekarang shifting gear akurat dan putaran ban terasa lebih ringan karena freehub sudah menggunakan bearing. Demikianlah pengalaman saya memelihara sepeda lipat, semoga bermanfaat.